Setelah
menonton acara andai aku menjadi?terpikir sejenak bahwa apa yang dilakukan oleh
saya setelah lulus kuliah. Apakah menjadi seorang industrial engineering sesuai
dengan background saya?atau menjadi profesi lain. Kemudian terpikir andai saya
menjadi pengusaha, yang bekerja dengan
mandiri dan usaha sendiri pastinya.
Modal
yang paling utama dalam berwira usaha adalah kemauan dan konsisten dalam
melaksanakan usaha, baru dibarengi dengan modal/dana yang cukup untuk memulai
menjadi enterpreuner (usahawan/pengusaha). Biasanya jika sudah terjun didunia
bisnis apapun haruslah dengan semangat tinggi guna tercapai tujuannya, karena
jika tidak semangat maka kerugian lah yang akan menimpa anda. Makanya bisnis
sepele ini bisa menjadi untung yang besar jika dibarengi modal yang dimiliki.
Coba anda bayangkan, bisnis ini tidak membutuhkan kuliah yang tinggi sehingga
harus menghabiskan waktu dan umur tapi butuh sedikit ketekunan dalam
menjalaninya serta konsisten.
Adalah
Budidaya Ikan lele, karena Jenis ikan lele
memang memiliki banyak penggemar, karena jenis ikan tersebut memiliki daging
yang gurih, serta tidak memiliki banyak duri. Selain itu lele juga memiliki
harga yang murah, sehingga ikan lele dapat dinikmati oleh semua kalangan.
Besarnya minat pasar akan lele sering dijadikan sebagai salah satu peluang bisnis yang
menggiurkan. Dari mulai bisnis
kuliner lele yang beraneka macam hingga bisnis budidaya lele yang
menguntungkan, mampu memberikan untung yang cukup besar. Ikan
lele termasuk salah satu ikan yang budidayanya cukup mudah dan pertumbuhannya
sangat cepat. Sehingga banyak para pelaku bisnis yang memilih lele untuk
dibudidayakan. Terlebih lagi usaha ini tidak akan mengganggu pekerjaan utama
anda karena ini sifatnya sangatlah santai dan memang keuntungannya sangat menyentuh dan
tidak menguras waktu.
Jenis usaha atau bisnis
yang berbasis pada mahluk hidup memang mempunyai tantangan tersendiri, sebagai
orang yang baru akan memulai atau mungkin sudah pernah gagal tidak ada salahnya
langkah-langkah dibawah ini dijadikan bahan pertimbangan :
1. Kenali Ikan Lele
Jangan menganggap remeh masalah ini, jika anda memulai usaha budidaya ikan lele tanpa mengenal ikan lele adalah merupakan kesalahan yang fatal, kenalilah jenis-jenisnya, habitatnya, makanan dan tata cara perawatannya.
2. Perisapan Kolam Ikan lele
Persiapan kolam merupakan kewajiban yang sangat penting dan harus diperhatikan dengan baik bagi para pelaku usaha budidaya lele, banyak kesalahan awal terjadi dari sini, kolam ikan lele yang tidak memenuhi persyaratan akan berakibat buruk untuk kelanjutan usaha budidaya ikan lele, kolam haruslah disesuaikan dengan kebutuhan, apakah untuk segmen pembenihan atau segmen pembesaran, demikian juga dengan jenis kolamnya, kolam tanah, kolam semen atau kolam terpal, ukuran kolam juga harus diperhatikan agar dapat disesuaikan dengan kisaran tebar ideal yang biasanya berkisar 100 s/d 120 ekor/m2.
3. Persiapan Air Kolam
Langkah selanjutnya adalah persiapan air kolam, persiapan ini juga wajib dan berperan sangat penting, pasalnya, banyak penyakit dan tingginya angka kematian ikan lele bisa jadi faktor penyebabnya adalah karena kondisi air yang tidak memenuhi syarat, misalnya saja masalah ph air, banyak pengusaha ternak lele hanya sebatas mengetahui saja bahwa ph yang baik untuk ikan lele adalah antara 7 s/d 8, mengetahui tapi tidak menerapkannya adalah langkah yang sangat merugikan, khususnya dalam usaha budidaya ikan lele, jangan sekali-kali berani menebar benih dengan kondisi ph yang belum memenuhi syarat, maka itu sebaiknya gunakanlah alat pengukur ph yang kini telah banyak di pasaran. Sekali lagi yang perlu diingat, ikan lele adalah mahluk yang hidup di air, jadi usahakanlah ikan lele tersebut merasa nyaman dan sesuai dengan kebutuhan hidupnya dengan melaksanakan persiapan air kolam secara benar sehingga ikan lele dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan target yang kita inginkan.
4. Tata Cara Pemberian Pakan Ikan Lele
Terdengarnya mudah, tapi jangan pernah menganggap remeh masalah pemberian pakan untuk ikan lele, apalagi bagi para pembudidaya yang baru memulai, boleh jadi ikan lele adalah jenis ikan yang rakus dan tergolong omnivora, tapi jika tidak benar dalam tata cara dan waktu pemberian pakannya sama saja anda sedang melakukan pembuangan uang ke dalam kolam, kenapa demikian? Karena banyak jenis penyakit yang timbul dan mengakibatkan kematian pada ikan lele disebabkan dari kesalahan tata cara dan waktu pemberian pakan, kalau sudah demikian dua hal yang pasti akan terjadi, anda akan kehilangan banyak bibit lele dan pakan yang terbuang sia-sia.
5. Proses Pengambilan dan Penebaran Indukan atau Bibit Ikan Lele
Proses pengambilan dan penebaran indukan atau bibit ikan lele harus dilakukan dengan cara-cara yang benar, misalnya proses pembelian induk untuk segmen pembenihan, selain kualitas indukan ikan lele yang harus baik, tempat pembelian juga harus terjamin dan dapat dipercaya, setelah itu proses pengiriman indukan juga harus dengan cara-cara yang benar, agar indukan ikan lele tidak stres dan selamat sampai ke kolam kita, pada saat indukan ikan lele dilepaskan dikolam indukan juga harus dengan tata cara yang benar. Pada segmen pembenihan juga ada proses penyortiran, bibit lele yang sudah disortir sesuai dengan ukurannya akan dijual atau dimasukkan kedalam kolam pembesaran benih selanjutnya, para pengusaha budidaya lele biasanya melakukan proses puasa pada benih lele sebelum melakukan penyortiran, hal ini juga dilakukan oleh para pembudidaya ikan lele pada segmen pembesaran, para pembudidaya ikan lele di segmen pembesaran biasanya tidak langsung memberi makan pada bibit lele yang baru ditebar selama setengah hari, berdasarkan pengalaman, bibit lele yang ditebar dan langsung diberi makan lebih rentan terserang penyakit dan mati.
Referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar